Resensi Di Balik Sebuah Tawa

Judul: Di Balik Sebuah Tawa

Pengarang: Dwi Rezki Fauziah

Produksi: Media Indonesia

Genre: Fiksi

Sinopsis:

Cerita pendek ini diceritakan  tentang sebuah keluarga yang punya masalah keuangan. Ceritanya berawal dari seorang ayah yang menopang keluarga tersebut dengan menjual barang bekas (pungutan), seluruh keluarga ini hidup dengan seadanya, seperti makanan yang dapat mereka beli, di keluarga tersebut, sang bapak punya anak bernama LIlis. Perkerjaan ayahnya adalah seorang pengumpul barang loak, tiap harinya, ia menemukan banyak sampah di bulan ramadhan, sang bapak sering berkeliling di sekitar kompleks perumahan, dan sekolahnya Lilis.

Bapaknya Lilis sering menemukan banyak barang bekas, seperti pakaian bekas, celana, kaos, ayahnya sering menemukan juga alat tulis, dan benda lainnya, tetapi untuk ayah, benda-benda tersebut masih bagus dan berharga, jadilah ia gunakan barang-barang itu. Suatu hari, ayah melihat banyak mahasiswa di sekolahnya Lilis sedang membuang banyak barang, setelah ayah bertanya, katanya sedang rolling, ayahnya menemukan banyak barang bagus, seperti seragam, alat tulis, dan kalkulator.

Ayahnya pulang dan memberikan seragam tersebut ke Lilis untuk dipakai, pada esok hari ayahnya melewati sekolahnya Lilis, dan ia mendengar banyak siswa dan siswi yang tertawa, ia bingung. Ayahnya pulang ke rumah dan ia melihat Lilis dengan mata yang mengeluarkan air mata, ayahnya bertanya kepada Lilis, tetapi Lilis tidak menjawab sama sekali, Lilis dengan sedihnya, masuk ke kamar dan menghantam pintunya dengan keras, ayahnya masuk dan ia melihat Lilis hanya memakai pakaian dalam saja, dan Lilis marah kepada ayahnya, akibat pakaian yang diberikan ke Lilis, adalah pakaian seragam teman Lilis, dan ia menjadi bahan tertawaan karena ia memakai barang buangan.

Kelebihan:

Ceritanya punya akhir cerita yang menarik, dari awalnya yang terlihat biasa saja, menjadi akhir yang mengagetkan dan membingungkan bagi saya sendiri.

Kekurangan:

Ceritanya kurang mempunyai dialog dari tokoh Lilisnya sendiri, jadinya terlihat Lilis hanya muncul sementara saja.

Ulasan:

Untuk saya, cerita ini sangat menarik, akibat plot ceritanya yang mengagetkan dan membuat saya bertanya-tanya, “apa yang terjadi sebenarnya ” jadi menurut saya juga cerita ini mempunyai makna yang sangat berguna bagi orang yang  tak dapat menghargai orang lain. Menurut saya juga, cerita ini sangat sering ditemui di cerita lainnya, seperti tema kesederhanaan dan kemiskinan dan pesan-pesan moral yang dapat ditemui di kesehariaan.

 

Advertisements

Poster Promosi Meester Coffee

Ini hanyalah contoh saja, dibuat Bintang, anggota kelas Batu Mandi. (sample only)Mari Coba Nol Coffee (5).jpg

 

 

Book Review Prelude to War

Synopsis: This book tells about the things that happened during Germany in the era of world war 2. Its contents of the activities undertaken by Hitler and friends of fellow country leaders who want to rule the world in that era. Most of the contents of this book about the state of government in Germany that includes the people themselves, then many stories about trends or events that are famous at that era. But this book still tells the events of the war, the territory of each state’s power, and the public suffering against the war.

51vXTYZgNaL._SX373_BO1,204,203,200_

The title: “Prelude to War” (World War 2)

Author: Robert T. Elson

Publication: Time Life Books

Release: November 1, 1976

Thick page: 216 pages

Language: English or Indonesian Series: third edition (3)

Cover: Hardcover (hard cover book)

type: War History

Review: This book is very exciting and useful for the curious on “History”, this book also features photos of amazing and original events, this book is very helpful for those who want to make a book about the world war, because it can be an inspiration. This book has other types of languages ​​and other editions.

Resensi Buku Prelude to War

Sinopsis:

Buku ini menceritakan mengenai hal-hal yang terjadi selama di Jerman di era perang dunia 2. Isinya mengenai kegiatan yang di lakukan oleh Hitler dan teman-teman sesama pemimpin negara yang mau menguasai dunia di era itu. Kebanyakan isi buku ini tentang keadaan pemerintahan di Jerman yang meliputu rakyatnya sendiri, kemudian banyak cerita mengenai tren atau acara yang terkenal pada saat era tersebut. Tetapi buku ini tetap menceritakan kejadian perang , daerah teretori kuasa masing negara, dan penderitaan masyarakat terhadap perang.

51vXTYZgNaL._SX373_BO1,204,203,200_

 

Judul : “Prelude to War” (World War 2)

Pengarang : Robert T. Elson

Publikasi: Time Life Books

Rilis : 1 November 1976

Tebal halaman : 216 halaman

Bahasa : Inggris atau Bahasa Indonesia

Seri : edisi ketiga (3)

Cover : Hardcover ( penutup buku keras)

Jenis : Histori Perang

Ulasan : Buku ini sangat seru dan berguna untuk yang penasaran pada “History”, buku ini juga dilengkapi foto kejadian yang menakjubkan serta asli, buku ini sangat membantu bagi yang mau membuat buku mengenai perang dunia, karena bisa dijadikan inspirasi. Buku ini mempunyai jenis lainnya yaitu dari bahasa dan edisi lainnya.

 

Guha Pawon : Asli Alam bukan Buatan

Pada tanggal 23 Rabu bulan Januari 2018 saya pergi ke Gua Pawon yang ada di Padalarang, melalui kereta api yang ditunggu di Stasiun Bandung. Saat sampai di Stasiun Padalarang, saya menaiki angkot untuk ke situs purba. Sesampai di lokasi saya melihat banyak hal menarik di Guha Pawon yang sudah tua sekali. Dimulai dari batuan stalaktit dan kelalwar yang namanya, yaitu kalong, kemudian dilihat  ada ayam yang berlari-lari. Selain itu dari lokasi tersebut terlihat banyak kotoran kalong yang sudah terurai jadi tanah, di lokasi itu sering menjadi habitat biawak, undur-undur, tokek dan burung dadali pada jaman purba di saat-saat itu. Setelah kegiatan di gua saya melihat kerangka manusia purba yaitu (Homo Sapiens) ras mongoloid yang jumlahnya ada empat, yang ditemukan di ekskavasi tersebut, serta sisa makanan para manusia purba, terdapat juga lubang tinggi di langit gua, di bawahnya terdapat cerobong asap yang terbuat dari batu. Sambil mendengarkan bapak Hendi, saya melihat bekas koral yang berwarna hitam abu, saat mendengarkan, saya mendengar bahwa manusia tersebut di klasifikasikan dari bentuk gigi yang ada kerangka purba tersebut biasanya diurus oleh para dokter yang diundang oleh bapak penemu situs ini, Bapak Lutfi Yonri pada 2003. Kemudian saya melihat tanaman rambat yang menempel di pepohonan, tetapi disebutkan juga jenisnya, yaitu pohon kiara yang ada di hutan kapur, ada juga pohon binong yang bias membuat gatal. Sekedar informasi, lokasi ini adalah dasar laut, yang bias dibuktikan dari fosil koral yang ditemukan “Stone Garden”yaitu bernama “Pasir Pawon”. Pada zaman oligosen ( masa tenang) di sini masih menjadi lautan, kemudian terjadi penyurutan menjadi danau, dan menyurut jadi cekungan kering akibat gempa tektonik yang dahsyat kemudian dimulai masa huni di zaman Mesolitikum. Setelah itu pada tahun 1990 di mulai ekspedisi yang memulai ekskavasi di daerah itu. Pada saat itu, yang menarik adalah tulang Homo Sapiens.

 

 

 

Kemudian, perasaan yang saya rasakan yaitu merasa, senang saat melihat gua yang asli buatan alam bukan buatan orang atau replica, saya juag merasa ragu-ragu saat berjalan melewati jalur yang curam, tetapi itu semua ditaklukkan oleh keberanian saya sendiri, saya juga berhasil melawan rasa kelemahan saya dengan semangat diri saya, di saat melewati jalur yang melelahkan untuk pergi ke puncak, menuju Pasir Pawon atau “Stone Garden”. Jadi itu semua perasaan saya yang bias diceritakan di saat ini.
 
Jadi persamaan yang biasa disamakan dengan kehidupan sosial ini adalah dari perkerjaan yang dilakukan yaitu, bertani, berburu, memancing, membuat rumah, mengolah makanan, menciptakan alat, dan kegiatan membuat bahan baku besi, batu dan kayu. Tetapi ada hubungan sosial yang masih sama yaitu dari ekonomi, serta dari sistem keanggotaan yaitu ketua, wakil dan anggota. Selain itu, ada kondisi yang paling berpengaruh yaitu dari penemuan yang dibuat pada perkembangan jaman, dari dulu sampai kini.

 

Pelajaran yang kudapat selama kegiatan nyaba, saya mendapat info zaman pertahunnya di zaman purba, alat purba, jenis manusia purba dan, cara gua terbuat dan teori Bandung dulunya lautan. Jadi pada pembaca, saya mau bilang bahwa, kalau anda sudah baca , mohon sebarkan dan beritakan pada orang lain.

Pengalamanku

Ketika aku melakukan Nyaba Bandung Kiwari, aku melihat banyak hal-hal yang begitu menyenangkan. Selama ean tersebaku melakukan kegiatn seperti berpergian yang begitu seru dan membuat aku teringat hal tersebut, kemudian dari pengalamanku, aku kini menjadi lebih berani dalam mewawancari orang-orang, hal itu ditingkatkan dari momen saat bertanya pad para pengelola yang kutemui di Teras Cikapundung. Setelahnya aku merasakan pengalaman baru tentang kebiasaan orang saat berkemudi, hal itu semua dapat di ubah saat aku nanti dewasa dalam berkemudi di mana pun, dalam keadaan apa pun. Saya juga merasa pengalaman saya dari awal perjalanan, hal yang sering dilakukan dalam kegiatan pergi-pergi apa pun, adalah berjalan kaki yang sangat jauh dan bertanaya dengan teknik yang benar. Saya juga mempelajari teknik wawancara yang baru, yaitu semi formal, dari momen itu aka mendapatkan info lebih banyak dan lebih bermutu dari pada sebelumnya saat bertanaya dengan teknik wawan cara formal yang sering saya gunakan pad tiap harinya di mana pun.

Pasar Sederhana

Halo nama saya adalah Bintang. Saya akan menceritakan tentang hasil pendataan dari lokasi yang saya datangi, yaitu Pasar Sederhana. Pertama mengenai sejarah tempat tersebut, pasar ini dibangun pada tahun 1955. Dulunya, Pasar Sederhana  adalah sebuah ladang sawah yang sangat besar. Nama tempat tersebut dulunya  adalah Pasar SAE, yaitu singkatan dari tiga kata: Santun, Akuntable, dan Efesien. Lokasi  pasar ini yaitu di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Bentuk awal gerbang masuk pertama pasar yaitu ada di daerah kumuh pasar ini, di sana terdapat tulisan“Pasar Sederhana“ yang sudah  lapuk.

Pasar ini mempunyai  luassebesar 200 meter persegi, kemudian terdapat lebih dari 100 pedagang makanan, peralatan rumah, dan  sayuran. Selain itu pasar ini mempunyai 2 tingkat area yang sudah dipisah, yaitu area penjualan makanan,area kantor kerja  para pengurus lokasi,dan kantor milik sang pemilik pasar. Selain itu, terdapat pula pembagian area berdasarkan jenis barang yang dijual. Misalnya, di bagian depan terdapatpara penjual beras, saat mulai masuk ke area yang lebih dalam terdpat banyak penjual makanan ringan. Saat masuk ke area tengah gedung pasar ini, terdapat banyak kios penjual daging,termasuk kategori daging sapi, ikan, kambing, dan daging ayam. Di Pasar Sederhana, terdapat area belakang yang dihuni oleh para penjual sayuran dan kelapa muda atau tua. Saat memasuki area luar bagian kiri dan kanan terdapat penjual pakaian dan para penjual pisang.

Meskipun tempat ini bernama Pasar Sederhana, namun tempat ini tidak dapat dideskripsikan secara sederhana. Di sana, saya melihat banyak kios yang berwarna abu tua dan muda karena dibangun dengan semen padat. Dari sekian banyak penjual, yang paling sering saya lihat adalah penjual bumbu masak, kemudian dilanjutkan dengan penjual makanan ringan yang punya bentuk kios yang teratur seperti  rak majalah yang hebat. Saya juga melihat bahwa pasar memiliki lantai yang kotor, penuh dengan tanah dan jejak kaki orang. Saya juga mendengar banyak suara orang bicara dan suara kaki yang berhentakan di lantai pasar. Saya kemudian memperhatikan tekstur area dalam, yaitu basah dan berdebu karena jarang sekali dibersihkan oleh pemilik kios.Saat permukaannya diraba, ada suatu permukaan yang bersih, lembut, kenyal dan kasar.Dari keadaan tempat  yang saya lihat, lokasi ini sudah sering dipakai oleh orang-orang sekitar , akibatnya lokasi  terkena air sampai lembab,  dan berbau makanan, serta  banyak area  yang terkena cipratan air dan lumpur.  Kini saya akan mendeskripsikan tempat yang besar ini dari bagian samping, bagian depan,  dan bagian belakang. Di lokasi ini terdapat kotak besar yang punya banyak jendela yang kecil maupun besar. Dari area luar,terlihat banyak daerah Pasar Sederhana yang kumuh.Saat masuk ke dalam gerbang, terdapat lapangan parkir yang kecil, dan lokasi itu dipenuhi  mobil dan motor.Di area samping kanan terdapat tembok batu yang kasar serta tebal sekali, di sana aku mendengar suara mobil dan langkah kaki orang-orang. Selanjutnya  bagian samping kiri terdapat banyak jalan masuk ke dalam pasar.Selain itu area ini di penuhi oleh tukang parkir dan pejalan kaki, sertabanyak kios yang memanjang sampai ke area luar gedung pasar ini. Di area belakang pasar, terdapat kios penjual makanan yang beraneka macam.

Sekarang saya akan menjelaskan tentang komentar para warga pasar mengenai potensi dan masalah pasar ini. Menurut Bapak Dadan(penjual beras),pasar ini perlu  ditingkatkan kebersihan nya. Hal ini sesuai dengan pendapat warga pasar lainnya. Selanjutnya, kata seorang pedagang kelapa muda yang bernama Ibu Dede, gorong-gorong yang ada di pasar ini perlu dibersihkan supaya tidak macet.Dari dua orang yang bukan berprofesi sebagai pedagang. Dimulai dari Bapak Indra yang berprofesi sebagai seorang sekuriti, mengatakan bahwa pasar ini punya tingkat keamanan yang bagus serta berkualitas.  Selain permasalahan, pasar ini juga tentunya memiliki potensi. Menurut seorang pekerjakantor pasar yang bernama Bian, potensi pasar ini adalah mempunyai  fasilitas  yang sudah terpenuhi. Demikian inilah fasilitas tersebut, yaitu toko bahan makanan, toko peralatan rumah, toilet yang tersedia, dan area beribadah,  yaitu mushola.

Terima kasih karena sudah membaca info Pasar Sederhana yang  saya rangkum menjadi satu informasi umum yang penting.

Before The Flood

Sinopsis: Jadi ada sebuah cerita mengenai seorang yang bernama Leornado De Caprio, dia percaya bahwa global warming itu asli dan bukan hoax. Kemudian ia bereksplorasi ke area yang punya masalah tentang global warming, dan ia mencari tahu apa sebabnya dan kenapa hal itu terjadi dengan buruk sekali. Ia pun pergi area yang berada di Antartika, diasana ia melihat tentang kondisinya di saat itu. Setelahnya ia melihat kondisi kota kota yang paling parah mengenai udaranya, seperti China dan lain-lain. Tetapi banyak orang-orang pemerintah yang ada di Amerika tak percaya bahwa global warming itu ada, jadinya Leornado pergi dan mencari solusi serta berpidato di acara tyang diadakan di Amerika tentang masalah global warming yang semakin parah. Ia pun tetap memikirkan tentang lukisan yang ia punyai tentang kondisi dunia ini semakin parah, iapun punya usul untuk memberikan dan menjelaskan gambar tersebut, dan memberikannya pada sang “Paus”, yang berada di kota Vatikan, Roma. Saat ia sampai ia langsung menjelaskannya dan memberikan lukisan yang ia punyai sejak dari ia masih bayi dan seterusnya. 

Sutradara: Fisher Stevens

Produksi: Appian Way Productions

Rilis: 21 Oktober  2016, “USA”

Aktor: Leornado De Caprio

Waktu: 96 menit

Bahasa: Inggris

Distribusi: National Geographic

Negara: Amerika

Ulasan: Jadi film ini mengandung makna tentang global warming yang sedang terjadi di bumi dan pada umat manusia, dan tentang maslah yang membuat global warming makin parah dan berdampak buruk bagi semua mahluk hidup. Selian itu terdapat ajakan dan penjelasan bahwa global warming itu bukan hoax tetapi kejadian nyata yang harus ditangani secepatnya.

 

Blog at WordPress.com.

Up ↑