My Opinion about Medina Zaharah Onn

After i watched the video about Medina Zaharah Onn, i thinked about that who ever you are, if you are a kid, an old man, adult, or someone else, you can help other people by start to communicate them. But from my feelings, i feeled suprised, but i was confused, perplexed and  since there’s a kid that could teach other adults. For me the purpose from the video, is about communicating with other people with another way that could help their life too, after all that is my thoughts, from my perception, the aspect that connects from the video to a human connection, is about teaching them about things that could make their lives not depressed, and the way is by helping them.

From my point, Medina Personality is charismatic, so she know’s the way to talk to other people and start teaching them art and music, the qualities that inspired me is, her charismatic personality, that is very useful at talking to other people. After i saw this video, my plan to contribute to an society, is from my skills, at art, from there i can join a community that could, help me send a message with a form of an digital art, or more.

link video: https://youtu.be/EDaoxf1nLbE

by: SamBin

Advertisements

Resensi Novel Eliana

Judul: Eliana, Serial Anak Mamak

Penerbit: Republika Penerbit

Pengarang: Tere Liye

Editor: Andriyati

Layout: Nr Alfian

Desain Cover: Mano Wolfie

Tanggal Rilis: 1-Januari-2011

Jumlah  Halaman: 519 halaman

Sinopsis:

Dikisahkan seorang anak perempuan dari 4 bersaudara, ia bernama Eliana, dia adalah anak pertama di keluarga tersebut, ia dan 3 ketiga adiknya yang lainnya, Pukat, Burlian, dan Amelia adalah anak-anak yang nakal dan iseng. Mereka mempunyai seorang Bapak, dan ibunya Mamak, mereka tinggal di suatu desa, mereka tinggal di rumah yang sederhana, ayahnya harus berkerja keras di kehidupan ini, dan sang Mamak seorang ibu yang suka menasihati yang selalu mementingkan anak-anak mereka. Keempat saudara itu sering sekali pergi ke sebuah tambang, alhasil sering dikejar sekuriti, mereka pergi ke tempat itu untuk mencari batu terkait tugas yang mereka dapatkan. Sepulang dari tempat itu mereka, kena marah oleh Mamak, mereka juga sering mendengarkan Pak Bin seorang pemilik tambang batu bar. Suatu hari setelah sekolah, Pukat menghilang , setelah mnecari begitu lama, merekapun  pergi ke sebuah batu bara, dan disana mereka ditangkap para sekuriti untuk balasan akibat beberapa truk yang dibakar Pukat. Mereka pun dikunci di container, setelah melarikan diri mereka mendapat bantuan dari polisi, dan bukti bahwa seorang sekuriti menembak pukat memang asli.

Ulasan:  Dari yang saya baca ini, novl ini penuh banyak makna untuk kehidupan, dan patuh kepada orang tua, buku ini mengajarkan saya bahwa dunia ini sudah menjadi korban besar eksploitasi alam.

Pembuat: Bintang

 

 

 

Laporan Perjalanan Kecil

Pada hari Selasa tanggal 28-Agustus-2018 jam 07.15, kami dari kelas Marmer berkumpul ke Stasiun Bandung, gerbang selatan. Dari kelas kami terdiri 12 murid dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu yang satu, ada Bryan, Feta, Haegen, dan Aliyah, kelompok kedua ada Bintang (saya), Althaf, Thania, dan Gaby, kelompok terakhir ada Zacky, Cayla, Keisya, dan Chaca. Tujuan kelompok kami dan lainnya adalah berpergian sekeliling Bandung, dan daerah Kiaracondong, kami pergi menuju jalan Kebon Kawung  “Pasar Baru Square” disana ada banyak orang berlalu-lalang untuk membeli barang, di titik tersebut, Gaby punya tugas untuk mendokumentasinya.

Kamipun pergi ke titik kedua, Gedung Pakuan , yaitu melewati jembatan penyeberangan, setelah melewati jalan yang panjang, kami mendokumentasi Gedung Pakuan dengan difoto, dari tempat tersebut, kami melewati  ke jalan Otto Iskandar Dinata, dan kami sampai ke jalan Asia Afrika, kami melewati jembatan, saat di jembatan ada mayat tikus got yang membiru bengkak kaku tergeletak di lantai, dan lebih baik tak disentuh, karena dapat menyebarkan penyakit. Kamipun melewati Alun-Alun di dekat bank Nederlansch Handel Maatschappj, kelompok kami tidak lupa untuk memfoto gedung bank tersebut. Setelah itu kami melewati gedung Pikiran Rakyat,gedung Hotel Bidakara, Savoy Homann, dan gedung Merdeka, kami pun melakukan istirahat terlebih dahulu di dekat gedung Pikiran Rakyat. Setelah beistirahat, kami pergi ke Kopi Purnama, selanjutnya kami pergi ke Babah Kuya, disana adalah toko penjualan rempah. Setelahnya, kami pergi ke Stasiun Bandung Utara untuk langsung pergi ke Kiaracondong, kami membayar tiket 5.000 Rupiah, per orang, kamipun sampai ke Stasiun Kiaraconong (pintu Selatan) , disana kami langsung pergi ke kantor  lurah Kebon Jayanti, pak lurahnya adalah  Abdul Manaf, disana kami diterima dengan baik. Saya dan teman-teman, langsung pergi ke “GKJ” Gereja Kristen Jawa, kami bertemu dengan Pendeta Yohan, kamipun diberitahu sejarah gereja tersebut, setelah dari tempat itu kami pergi ke Pasar Kiaracondong, kami mendapat tugas wawancara 3 pembeli dan 3 penjual.

Setelah mendatangi Pasar Kiaracondong, saya dan kelompok saya pun berkumpul di Stasiun Kiaracondong (gerbang utara) kamipun melakukan pembahasan, mengenai apa yang sudah didapat dari setiap tempat. Kamipun langsung pulang.

 

TAMAT…

Oleh: Bintang

Resensi Di Balik Sebuah Tawa

Judul: Di Balik Sebuah Tawa

Pengarang: Dwi Rezki Fauziah

Produksi: Media Indonesia

Genre: Fiksi

Sinopsis:

Cerita pendek ini diceritakan  tentang sebuah keluarga yang punya masalah keuangan. Ceritanya berawal dari seorang ayah yang menopang keluarga tersebut dengan menjual barang bekas (pungutan), seluruh keluarga ini hidup dengan seadanya, seperti makanan yang dapat mereka beli, di keluarga tersebut, sang bapak punya anak bernama LIlis. Perkerjaan ayahnya adalah seorang pengumpul barang loak, tiap harinya, ia menemukan banyak sampah di bulan ramadhan, sang bapak sering berkeliling di sekitar kompleks perumahan, dan sekolahnya Lilis.

Bapaknya Lilis sering menemukan banyak barang bekas, seperti pakaian bekas, celana, kaos, ayahnya sering menemukan juga alat tulis, dan benda lainnya, tetapi untuk ayah, benda-benda tersebut masih bagus dan berharga, jadilah ia gunakan barang-barang itu. Suatu hari, ayah melihat banyak mahasiswa di sekolahnya Lilis sedang membuang banyak barang, setelah ayah bertanya, katanya sedang rolling, ayahnya menemukan banyak barang bagus, seperti seragam, alat tulis, dan kalkulator.

Ayahnya pulang dan memberikan seragam tersebut ke Lilis untuk dipakai, pada esok hari ayahnya melewati sekolahnya Lilis, dan ia mendengar banyak siswa dan siswi yang tertawa, ia bingung. Ayahnya pulang ke rumah dan ia melihat Lilis dengan mata yang mengeluarkan air mata, ayahnya bertanya kepada Lilis, tetapi Lilis tidak menjawab sama sekali, Lilis dengan sedihnya, masuk ke kamar dan menghantam pintunya dengan keras, ayahnya masuk dan ia melihat Lilis hanya memakai pakaian dalam saja, dan Lilis marah kepada ayahnya, akibat pakaian yang diberikan ke Lilis, adalah pakaian seragam teman Lilis, dan ia menjadi bahan tertawaan karena ia memakai barang buangan.

Kelebihan:

Ceritanya punya akhir cerita yang menarik, dari awalnya yang terlihat biasa saja, menjadi akhir yang mengagetkan dan membingungkan bagi saya sendiri.

Kekurangan:

Ceritanya kurang mempunyai dialog dari tokoh Lilisnya sendiri, jadinya terlihat Lilis hanya muncul sementara saja.

Ulasan:

Untuk saya, cerita ini sangat menarik, akibat plot ceritanya yang mengagetkan dan membuat saya bertanya-tanya, “apa yang terjadi sebenarnya ” jadi menurut saya juga cerita ini mempunyai makna yang sangat berguna bagi orang yang  tak dapat menghargai orang lain. Menurut saya juga, cerita ini sangat sering ditemui di cerita lainnya, seperti tema kesederhanaan dan kemiskinan dan pesan-pesan moral yang dapat ditemui di kesehariaan.

 

Book Review Prelude to War

Synopsis: This book tells about the things that happened during Germany in the era of world war 2. Its contents of the activities undertaken by Hitler and friends of fellow country leaders who want to rule the world in that era. Most of the contents of this book about the state of government in Germany that includes the people themselves, then many stories about trends or events that are famous at that era. But this book still tells the events of the war, the territory of each state’s power, and the public suffering against the war.

51vXTYZgNaL._SX373_BO1,204,203,200_

The title: “Prelude to War” (World War 2)

Author: Robert T. Elson

Publication: Time Life Books

Release: November 1, 1976

Thick page: 216 pages

Language: English or Indonesian Series: third edition (3)

Cover: Hardcover (hard cover book)

type: War History

Review: This book is very exciting and useful for the curious on “History”, this book also features photos of amazing and original events, this book is very helpful for those who want to make a book about the world war, because it can be an inspiration. This book has other types of languages ​​and other editions.

Resensi Buku Prelude to War

Sinopsis:

Buku ini menceritakan mengenai hal-hal yang terjadi selama di Jerman di era perang dunia 2. Isinya mengenai kegiatan yang di lakukan oleh Hitler dan teman-teman sesama pemimpin negara yang mau menguasai dunia di era itu. Kebanyakan isi buku ini tentang keadaan pemerintahan di Jerman yang meliputu rakyatnya sendiri, kemudian banyak cerita mengenai tren atau acara yang terkenal pada saat era tersebut. Tetapi buku ini tetap menceritakan kejadian perang , daerah teretori kuasa masing negara, dan penderitaan masyarakat terhadap perang.

51vXTYZgNaL._SX373_BO1,204,203,200_

 

Judul : “Prelude to War” (World War 2)

Pengarang : Robert T. Elson

Publikasi: Time Life Books

Rilis : 1 November 1976

Tebal halaman : 216 halaman

Bahasa : Inggris atau Bahasa Indonesia

Seri : edisi ketiga (3)

Cover : Hardcover ( penutup buku keras)

Jenis : Histori Perang

Ulasan : Buku ini sangat seru dan berguna untuk yang penasaran pada “History”, buku ini juga dilengkapi foto kejadian yang menakjubkan serta asli, buku ini sangat membantu bagi yang mau membuat buku mengenai perang dunia, karena bisa dijadikan inspirasi. Buku ini mempunyai jenis lainnya yaitu dari bahasa dan edisi lainnya.

 

Guha Pawon : Asli Alam bukan Buatan

Pada tanggal 23 Rabu bulan Januari 2018 saya pergi ke Gua Pawon yang ada di Padalarang, melalui kereta api yang ditunggu di Stasiun Bandung. Saat sampai di Stasiun Padalarang, saya menaiki angkot untuk ke situs purba. Sesampai di lokasi saya melihat banyak hal menarik di Guha Pawon yang sudah tua sekali. Dimulai dari batuan stalaktit dan kelalwar yang namanya, yaitu kalong, kemudian dilihat  ada ayam yang berlari-lari. Selain itu dari lokasi tersebut terlihat banyak kotoran kalong yang sudah terurai jadi tanah, di lokasi itu sering menjadi habitat biawak, undur-undur, tokek dan burung dadali pada jaman purba di saat-saat itu. Setelah kegiatan di gua saya melihat kerangka manusia purba yaitu (Homo Sapiens) ras mongoloid yang jumlahnya ada empat, yang ditemukan di ekskavasi tersebut, serta sisa makanan para manusia purba, terdapat juga lubang tinggi di langit gua, di bawahnya terdapat cerobong asap yang terbuat dari batu. Sambil mendengarkan bapak Hendi, saya melihat bekas koral yang berwarna hitam abu, saat mendengarkan, saya mendengar bahwa manusia tersebut di klasifikasikan dari bentuk gigi yang ada kerangka purba tersebut biasanya diurus oleh para dokter yang diundang oleh bapak penemu situs ini, Bapak Lutfi Yonri pada 2003. Kemudian saya melihat tanaman rambat yang menempel di pepohonan, tetapi disebutkan juga jenisnya, yaitu pohon kiara yang ada di hutan kapur, ada juga pohon binong yang bias membuat gatal. Sekedar informasi, lokasi ini adalah dasar laut, yang bias dibuktikan dari fosil koral yang ditemukan “Stone Garden”yaitu bernama “Pasir Pawon”. Pada zaman oligosen ( masa tenang) di sini masih menjadi lautan, kemudian terjadi penyurutan menjadi danau, dan menyurut jadi cekungan kering akibat gempa tektonik yang dahsyat kemudian dimulai masa huni di zaman Mesolitikum. Setelah itu pada tahun 1990 di mulai ekspedisi yang memulai ekskavasi di daerah itu. Pada saat itu, yang menarik adalah tulang Homo Sapiens.

 

 

 

Kemudian, perasaan yang saya rasakan yaitu merasa, senang saat melihat gua yang asli buatan alam bukan buatan orang atau replica, saya juag merasa ragu-ragu saat berjalan melewati jalur yang curam, tetapi itu semua ditaklukkan oleh keberanian saya sendiri, saya juga berhasil melawan rasa kelemahan saya dengan semangat diri saya, di saat melewati jalur yang melelahkan untuk pergi ke puncak, menuju Pasir Pawon atau “Stone Garden”. Jadi itu semua perasaan saya yang bias diceritakan di saat ini.
 
Jadi persamaan yang biasa disamakan dengan kehidupan sosial ini adalah dari perkerjaan yang dilakukan yaitu, bertani, berburu, memancing, membuat rumah, mengolah makanan, menciptakan alat, dan kegiatan membuat bahan baku besi, batu dan kayu. Tetapi ada hubungan sosial yang masih sama yaitu dari ekonomi, serta dari sistem keanggotaan yaitu ketua, wakil dan anggota. Selain itu, ada kondisi yang paling berpengaruh yaitu dari penemuan yang dibuat pada perkembangan jaman, dari dulu sampai kini.

 

Pelajaran yang kudapat selama kegiatan nyaba, saya mendapat info zaman pertahunnya di zaman purba, alat purba, jenis manusia purba dan, cara gua terbuat dan teori Bandung dulunya lautan. Jadi pada pembaca, saya mau bilang bahwa, kalau anda sudah baca , mohon sebarkan dan beritakan pada orang lain.

Pengalamanku

Ketika aku melakukan Nyaba Bandung Kiwari, aku melihat banyak hal-hal yang begitu menyenangkan. Selama ean tersebaku melakukan kegiatn seperti berpergian yang begitu seru dan membuat aku teringat hal tersebut, kemudian dari pengalamanku, aku kini menjadi lebih berani dalam mewawancari orang-orang, hal itu ditingkatkan dari momen saat bertanya pad para pengelola yang kutemui di Teras Cikapundung. Setelahnya aku merasakan pengalaman baru tentang kebiasaan orang saat berkemudi, hal itu semua dapat di ubah saat aku nanti dewasa dalam berkemudi di mana pun, dalam keadaan apa pun. Saya juga merasa pengalaman saya dari awal perjalanan, hal yang sering dilakukan dalam kegiatan pergi-pergi apa pun, adalah berjalan kaki yang sangat jauh dan bertanaya dengan teknik yang benar. Saya juga mempelajari teknik wawancara yang baru, yaitu semi formal, dari momen itu aka mendapatkan info lebih banyak dan lebih bermutu dari pada sebelumnya saat bertanaya dengan teknik wawan cara formal yang sering saya gunakan pad tiap harinya di mana pun.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑