Resensi Komik Menjadi Meanstream

Sampul:

 

Menjadi Mainstream-500x500

Judul: Menjadi Meanstream “Blak-Blakan Dalam Eksploitasi Industri”

Penulis: M.Marzuki

Editor: Syaifal Rustama

Penata Letak: Landi dan Erina

Penyelaras Tata Letak: Bayu N. L.

Ilustrasi Sampul:Rhoald Marcellius

Ilustrasi komik: Rieky, Tsurugami, Ferdinandus, Om Mpuss, Bambang & Muhaimin, Bagus Wahyu R., Kyriepoda, Efekkopi, Chinthya Anggraini, dan Rurimon

Desainer Sampul: Raden Monic

Penerbit: PT. Bukune Kreatif Cipta

Tanggal Penerbitan: Cetakan pertama, Januari 2018

Sinopsis:

Buku ini menceritakan mengenai kisah M.Marzuki sendiri mengenai dari sejak awal mulanya ia hanyalah seorang lelaki biasa yang menjadi seorang bintang film dan tokoh komik sendiri. Ini semua berawal dari pada sebelum ia bertemu dengan Faza Meonk, ia hanya menawarkan jasa ojek payung saja, ia menjelaskan juga beberapa teknik dalam menjadi ojek payung yang baik dan apa yang tidak boleh dilakukan selama menjadi seorang ojek payung, jika tidak pelanggan akan marah, apalagi kalau pelanggannya punya tangan yang penuh cincin batu akik. Selama ia mengisi waktunya menjadi seorang ojek payung, ia bertemu seorang lelaki bernama Faza Meonk, karena itu Faza Meonk bertemu dengannya dan merasi bahwa Juki punya potensial besar dalam industri perkomikan dan sebagainya, karena itu awal mula Juki menjadi seorang tokoh yang cerita hidupnya akan dikomikkan.

Awal-awalnya Juki hanya dibayar dengan sekardus mie instan  untuk menjadi salah satu target Faza Meonk untuk inspirasi dan tokoh komiknya, komiknya sendiri hanyalah berawal dipublikasikan di media “online” saja, selain itu Juki sering ditraktir makan nasi padang oleh Faza Meonk sendiri untuk mendapat kepercayaan Juki sendiri dengan Faza Meonk. Pada suatu hari saat Juki datang ke salah toko buku di Jakarta, ia menemukan ada dua anak kecil yang sedang ketawa cekikikan, karena itu Juki hendak memanggil satpam untuk menghentikan kedua anak tersebut, dengan begitu sang satpam juga ketawa juga. Ternyata buku tersebut adalah buku yang tokohnya adalah Juki sendiri, karena itu ia merasa kesal karena ia sudah menjadi tokoh yang dipakai untuk diuangkan.

Selama itu Juki menjadi marah dengan Faza Meonk, tetapi marahnya juga reda setelah Juki mencari solusi untuk hal-halnya yang diderita setelah dibuatnya komik tersebut oleh Faza Meonk, karena itu Juki merantau jauh dan pergi bermeditasi. Setelah mengalami banyak hal yang aneh selama ia menjalani meditasi, Juki-pun kembali menuju ke Jakarta untuk meneruskan tujuan hidupnya secara yang baru yaitu dengan berani beda.

Ulasan:

Menurut saya sendiri, buku ini bisa dibilang sangat menyentuh terutama dari hal-hal yang dialami Juki sendiri di buku tersebut, meskipun banyak yang aneh dan terlihat sangat tidak mungkin terjadi, komik ini sendiri memberikan satu pesan tersendiri bagi saya yaitu, harus menjadi berani beda dengan siapa-pun.

Advertisements

Kunjungan Rumah Kerabat

Pada tanggal 2-Maret-2019, saya mengunjungi rumah kerabat saya, yaitu seorang saudara dari nenek saya yang bernama Bambang Subekti tetapi lebih sering dipanggil Opa Wawang karena alasan faktor usianya. Rumahnya berada di Kopo yaitu TKI, atau Taman Kopo Indah, saya-pun jalan ke BKR dan langsung menaiki angkot abu yaitu Ciwastra-Cijerah, saya membayar tarif angkot sejumlah 5.000 Rupiah rutenya dari jalan Buahbatu kemudian berhenti di perempatan Kopo-Soekarno Hatta yaitu setelahnya saya menaiki angkot hijau yaitu rute Soreang-Leuwi Panjang, saya membayar tarif angkot sejumlah.

Sesampainya di rumah Opa Wawang, saya langsung melakukan hal biasa untuk bertamu dan memakai teknik 3S (Senyum,Salam,Sapa), saya kemudian bertanya mengenai kondisi di sekeliling rumahnya, saya juga sempat bertanya tentang kondisi seluruh keluarga mereka. Selain bertemu Opa Wawang, saya juga bertemu dengan isterinya Oma Heni serta anaknya Tante Zefa dan cucunya Gwen anak dari Tante Zefa  di rumah tersebut. Opa Wawang berkerja sehari-hari berjualan jus buah-buahan serta mengisi waktu luangnya dengan bekerja sebagai supir “Grab” dan Oma Heni berkerja menjual makanan buatan rumah sehari-hari.

Seusainya saya langsung pulang diantarkan oleh Opa Wawang, karena kebetulan ia mau mampir ke rumah saya di Buahbatu.

-Foto- (Tidak ada karena saya lupa memfoto saat disana karena sudah lupa dengan keramahan keluraga tersebut)

Resensi Monolog Inggit

Judul Drama: Inggit

Jenis Drama: Monolog

Pemeran: Happy Salma

Lama Drama: 1 jam 1 menit

Tema: Romansa

Latar: Bandung

Latar waktu: Pagi, Malam

Sinopsis:

Drama Monolog ini menceritakan mengenai kisah hidup Ibu Inggit Ganarsih saat menerima Soekarno sebagai salah satu yang berkos dirumahnya. Diceritakan Ibu Inggit menjemput Soekarno di stasiun, ia bertemu Soekarno memakai pakaian jas putih, selama ia tinggal di rumahnya, tempat tersebut menjadi ramai sekali, Soekarno menjadi seseorang yang menonjol di tempatnya. Tetapi selama itu Ibu Inggit merasa hubungan pernikahan dengan Kang Uji yaitu suaminya, Ibu Inggit sangat senang membuatkan kopi tubruk kesukaan  Koesno yaitu panggilan lain Soekarno menuju ke Surabaya, kembalinya Soekarno membawa seorang perempuan berumur 16 tahun bernama Utari, tetapi ia bercerai dengannya dan membalikannya ke Surabaya. Tiap hari Soekarno selalu menceritakan perjuangannya bagaikan seorang anak kecil, kemudian pada suatu malam Koesno menyebutkan bahwa ia menyukai Ibu Inggit, Ibu Inggit tak dapat menolaknya sama sekali, setelah Ibu Inggit diceraikan, Koesno menikah dengannya dan mantan suami Ibu Inggit menjadi sang walinya. Koesno tak ingin pergi, meskipun sudah ada Douwes Dekker dan Dr. Sucipto menunggunya untuk membahas perjuangan politiknya. Ibu Inggit mengingatkannya untuk menjadi seorang pria yang harus berani menghadapi apa saja. Setelah Koesno lulus dari THS, tahun pun berlalu dan Soekarno tetap berjuang menmbuat sebuah partai.

Ulasan:

Menurut saya, monolog ini sangat memiliki penceritaan yang mendalami dari sisi kehidupan Ibu Inggit sendiri bersama Soekarno Suaminya yang kedua, selain itu saya juga merasa terharu dengan rasa sayang yang dimiliki oleh Soekarno sendiri terhadap Ibu Inggit.

 

The Great Expectation

Introduction

The Great Journey is  a activity or an expedition, that located  and targeted to go to a new area / cities around the Java island. The use of the Great Journey itself is to ease every single student’s to learn and experience to socialise with local civilians around the Javanese Cities. Well The Great Journey will be started at March 10-16, also the purpose of this essay is to explain or some what predict things that could happen or founded at The Great Journey, so other people could expect them when they go to some Javanese Cities.

Historical Places That Could You Expect

Historical places, these  things’s always be encountered by  lot of travelers at the worldwide nations. Historical places can or not expected at some area only, it depends on the government that they would establish historical places to be a property of the government itself, or the places that could be bought and taken down by some companies. However the things you could expect is a bunch of old structures or old structures or building, monuments, old artefacts or more, well its about the architecture of the building or the history contained at every single historical places, the condition of it place could not be guaranteed, there is three conditions, there is completely preserved, modified, or abandoned and vandalized by local tourist or a bunch of teenager’s.

Old structures is a common thing could be found or expected by lot of tourist, meanwhile lot of its history remains pretty strange or mystic by a lot people. In a old places you could encounter a guide or a person that very familiar with its history, these people called as “Kuncen” for some reason, but its only could be founded on a very old place like temple’s and monuments that had a lot of connection about kingdoms around Java. But if there is no one guarding the site, soon that means its completely abandoned and nobody cares about it.

The Culinary  Could You Expect

Culinary is always be a common thing at a Javanese Island, although unique thing is about the flavor you would experience about the culinary, Some Culinary can be unique depending the technique that used for the cooking itself. Culinary can be meant , “will be encountered “, a culinary itself have some types, like the taste, the style or the story behind the food, there is two things, that is drinks and the food itself, all culinary do have it unique flavor you could get, the culinary can came from a acculturation from nations that invaded or came to this country for some trades.

Some culinary are bunch of deserts or a main course, some of them could be a bunch of simply made food, like “Bakpia” that can be found at Yogyakarta, but the main course is a food named “Gudeg”, well that is the two examples that would be explained, some culinary can be found by a street snacks categories, and more them are bunch of food can be found at local restaurants or specialized places, and it could be randomly sold.

The Culture Could You Expect

Culture in a Java Island is very unexpected and has a lot of variety, however in every town had it own culture more likely is Javanese culture, or Sundanese Culture, etc. The culture could be mixed, its because in the past there is lot of trades from other nations or invasions, just like the Dutch did to this country, so the traders or invaders  get used with its environment and they choose to stay in, and have a family in the Javanese island.

Well that’s all folks, from my expectations, besides that, I hope this information could be useful for you, and thank you for reading this, if you have problems with my opinions, just let it out in the comments.

 

Drawing Pen Product Review

This day I’m  gonna review a few drawing tools, because some people/artist doesn’t know or  confused which is the best drawing pen, that you can use than the other drawing tools. So I’m gonna show you which is the best to be bought , so there is three brands that I’m gonna review, there is: SNOWMAN, SAKURA and Artline. But all the prices that I will show, is on Indonesian price and money.

There is three perimeter’s that must be qualified:

  • Price
  • Grip
  • Ink Thickness
  • Ink Flowness

(Scoring 1-10)

  1. “SNOWMAN” Drawing Pen

Banting_Harga_Drawing_Pen_Snowman_700_Size_Pen___01_Black

a. Price: 8,5k (7/10)

b. Grip Handling:The grip surface is pretty smooth, and too slippery, and it will not slip of from your hands. S:(8/10)

c. Ink Flowness: Ink does flow pretty sleek, and the line does not cut off when you try to draw a line or and object. S:(7/10)

d. Ink Thickness: The ink thickness is 0.1, but after i test it on the paper, the ink is pretty dark, and does not show any paleness at all, so actually its not not bad than the other drawing pen. S:(8/10)

2. SAKURA (PIGMA MICRON) Drawing Pen

download

a. Price:  18k S:(3/10)

b. Grip Handling: The grip from the drawing pen is more smoother than the “SNOWMAN”, and it could possibly slip away from your hands. S:(5/10)

c. Ink Flowness: The ink does flow pretty good, and the result’s still same just like before. S:(7/10)

d. Ink Thickness: The ink is more darker than “SNOWMAN” drawing pen, and the thickness, is more increased 0,5mm. S:(7/10)

3. “Artline” Drawing Pen

19818118_3f014ca0-21e7-469b-8d5d-2231b9ae7ea8_1772_1772

a. Price: 8,5k S:(7/10)

b. Grip Handling: The grip is smooth for few parts, but it also had a more rougher surface than the other drawing pen, the roughest texture/surface at the front of the drawing pen, its more slip proof after all. S:(9/10)

c. Ink Flowness: The ink, does flows same after the “SNOWMAN” drawing pen, and it flows just like others. S:(7/10)

d. Ink Thickness: The ink is slightly less darker than the others, and the size of the ink is same as the information listed on the drawing pen (0.1). S:(9/10)

RESULTS:

So the results, the “SNOWMAN” drawing pen has the same stats against the “Artline” drawing pen, and its pretty cheap, but for the best grip is for the “Artline” drawing pen, because its slip proof, and the cheapest drawing pen is “SAKURA”, but its ink thickness is darker than the others. But from my thinking, I often to use the “SNOWMAN” or the “Artline” drawing pen, both of it, are the cheapest and easily could be bought at the nearest stores, so thank you for reading drawing pen comparison review, I hope this review could be useful for everybody.

And here is the video version of my review:

Video link: https://youtu.be/vT9OP-R5Gnc

Created by sambin300888@gmail.com

Metro 2033 Book Preview

Cover:

M2033_novel_cover_west.jpg

Book Data:

Author Dmitry Glukhovsky
Country Russia
Language Russian, translated into 34 other languages
Series Metro
Genre Post-Apocalypse
Publisher Eksmo, Orionbooks
Publication date
2005 (Russia)
2010 (United States)
Media type Print (Hard cover, paper back , Nocover) and E-book
Pages 348 (Russian edition)
458 (English edition)
544 (Finnish edition)
784 (German edition)
598 (Turkish edition)
704 (Persian edition)

My first impression/Synopsis:

After i reading this book, i was pretty scared reading this book, because the things that happen on the story, and the first character, named, “Artyom”. This figure, in the first story, told as a man came from a unknown place, as a hunter. Then this figure “Artyom” is a man having problems of hallucination, “Artyom” stumbled against a settlement, that located underground inside the metro tunnels in Russia. This novel actually told what happened to Russia at the year 2033, after the whole country nuked by other countries raging in a war, and the people of Russia evacuated to the Metro stations that actually have some radioactive protection, including a lead lined metro gate. After the bombs have dropped, people creates a civilization in the tunnels at the metro. But after the nuke dropped, many plagues was created, and turns the animals into a mutant, same just like the Chernobyl Nuclear Power Plant reactor (CNPP) explosion. Also after i read this book, the story is pretty good, like the plot about hunting mutant, and stopping a mutant called as the “Dark Ones”. The creatures hunted many people, and lured them to their own fate of death, but “Artyom” was also interested to find this creature, the he hunt it from the metro tunnel’s until the surface, where there is no sign of civilization, but there stands the ruins of VDNKh, and the capital city of USSR, Moscow (Moskau), then Artyom meet many other creatures too, like mutated rats, mutated shrimps, mutated bear, and a giant mutated bat scouting the dead sky of the surface. But Artyom stills venture the surface world, to find civilization and hope for the world to restore, and to rise.

My Opinion:

The plot is very good, many strange things happened to the first character, “Artyom”, the story is actually little bit creepy, like the surroundings on the metro tunnel , and the silent city of Moscow, and the adventures and the action, also liked the plot where “Artyom”, was dreaming about a man, and the in lurking creatures of horror, waiting in the surface, and the dark waited to meet their prey. The thing that i liked about this character, he is a man full of mythical anomalies, and the hallucinations that he has is always creepy or full of strange creatures.  But i actually i recommend it to the ones, that interested at horror, adventure and action.

 

My Opinion about Medina Zaharah Onn

After i watched the video about Medina Zaharah Onn, i thinked about that who ever you are, if you are a kid, an old man, adult, or someone else, you can help other people by start to communicate them. But from my feelings, i feeled suprised, but i was confused, perplexed and  since there’s a kid that could teach other adults. For me the purpose from the video, is about communicating with other people with another way that could help their life too, after all that is my thoughts, from my perception, the aspect that connects from the video to a human connection, is about teaching them about things that could make their lives not depressed, and the way is by helping them.

From my point, Medina Personality is charismatic, so she know’s the way to talk to other people and start teaching them art and music, the qualities that inspired me is, her charismatic personality, that is very useful at talking to other people. After i saw this video, my plan to contribute to an society, is from my skills, at art, from there i can join a community that could, help me send a message with a form of an digital art, or more.

link video: https://youtu.be/EDaoxf1nLbE

by: SamBin

Resensi Novel Eliana

Judul: Eliana, Serial Anak Mamak

Penerbit: Republika Penerbit

Pengarang: Tere Liye

Editor: Andriyati

Layout: Nr Alfian

Desain Cover: Mano Wolfie

Tanggal Rilis: 1-Januari-2011

Jumlah  Halaman: 519 halaman

Sinopsis:

Dikisahkan seorang anak perempuan dari 4 bersaudara, ia bernama Eliana, dia adalah anak pertama di keluarga tersebut, ia dan 3 ketiga adiknya yang lainnya, Pukat, Burlian, dan Amelia adalah anak-anak yang nakal dan iseng. Mereka mempunyai seorang Bapak, dan ibunya Mamak, mereka tinggal di suatu desa, mereka tinggal di rumah yang sederhana, ayahnya harus berkerja keras di kehidupan ini, dan sang Mamak seorang ibu yang suka menasihati yang selalu mementingkan anak-anak mereka. Keempat saudara itu sering sekali pergi ke sebuah tambang, alhasil sering dikejar sekuriti, mereka pergi ke tempat itu untuk mencari batu terkait tugas yang mereka dapatkan. Sepulang dari tempat itu mereka, kena marah oleh Mamak, mereka juga sering mendengarkan Pak Bin seorang pemilik tambang batu bar. Suatu hari setelah sekolah, Pukat menghilang , setelah mnecari begitu lama, merekapun  pergi ke sebuah batu bara, dan disana mereka ditangkap para sekuriti untuk balasan akibat beberapa truk yang dibakar Pukat. Mereka pun dikunci di container, setelah melarikan diri mereka mendapat bantuan dari polisi, dan bukti bahwa seorang sekuriti menembak pukat memang asli.

Ulasan:  Dari yang saya baca ini, novl ini penuh banyak makna untuk kehidupan, dan patuh kepada orang tua, buku ini mengajarkan saya bahwa dunia ini sudah menjadi korban besar eksploitasi alam.

Pembuat: Bintang

 

 

 

Laporan Perjalanan Kecil

Pada hari Selasa tanggal 28-Agustus-2018 jam 07.15, kami dari kelas Marmer berkumpul ke Stasiun Bandung, gerbang selatan. Dari kelas kami terdiri 12 murid dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu yang satu, ada Bryan, Feta, Haegen, dan Aliyah, kelompok kedua ada Bintang (saya), Althaf, Thania, dan Gaby, kelompok terakhir ada Zacky, Cayla, Keisya, dan Chaca. Tujuan kelompok kami dan lainnya adalah berpergian sekeliling Bandung, dan daerah Kiaracondong, kami pergi menuju jalan Kebon Kawung  “Pasar Baru Square” disana ada banyak orang berlalu-lalang untuk membeli barang, di titik tersebut, Gaby punya tugas untuk mendokumentasinya.

Kamipun pergi ke titik kedua, Gedung Pakuan , yaitu melewati jembatan penyeberangan, setelah melewati jalan yang panjang, kami mendokumentasi Gedung Pakuan dengan difoto, dari tempat tersebut, kami melewati  ke jalan Otto Iskandar Dinata, dan kami sampai ke jalan Asia Afrika, kami melewati jembatan, saat di jembatan ada mayat tikus got yang membiru bengkak kaku tergeletak di lantai, dan lebih baik tak disentuh, karena dapat menyebarkan penyakit. Kamipun melewati Alun-Alun di dekat bank Nederlansch Handel Maatschappj, kelompok kami tidak lupa untuk memfoto gedung bank tersebut. Setelah itu kami melewati gedung Pikiran Rakyat,gedung Hotel Bidakara, Savoy Homann, dan gedung Merdeka, kami pun melakukan istirahat terlebih dahulu di dekat gedung Pikiran Rakyat. Setelah beistirahat, kami pergi ke Kopi Purnama, selanjutnya kami pergi ke Babah Kuya, disana adalah toko penjualan rempah. Setelahnya, kami pergi ke Stasiun Bandung Utara untuk langsung pergi ke Kiaracondong, kami membayar tiket 5.000 Rupiah, per orang, kamipun sampai ke Stasiun Kiaraconong (pintu Selatan) , disana kami langsung pergi ke kantor  lurah Kebon Jayanti, pak lurahnya adalah  Abdul Manaf, disana kami diterima dengan baik. Saya dan teman-teman, langsung pergi ke “GKJ” Gereja Kristen Jawa, kami bertemu dengan Pendeta Yohan, kamipun diberitahu sejarah gereja tersebut, setelah dari tempat itu kami pergi ke Pasar Kiaracondong, kami mendapat tugas wawancara 3 pembeli dan 3 penjual.

Setelah mendatangi Pasar Kiaracondong, saya dan kelompok saya pun berkumpul di Stasiun Kiaracondong (gerbang utara) kamipun melakukan pembahasan, mengenai apa yang sudah didapat dari setiap tempat. Kamipun langsung pulang.

 

TAMAT…

Oleh: Bintang

Blog at WordPress.com.

Up ↑